Senin, 31 Mei 2010

KEUTAMAAN PUASA SENEN KAMIS

KEUTAMAAN PUASA SENEN KAMIS


Berpuasa dalam Islam, adalah melaksanakan kewajiban agama dan dijalankan pada waktu tertentu di dalam satu bulan yang ditetapkan sebagai bulan suci Ramadhan yang diwajibkan (berpuasa 1 bln penuh). Jadi berpuasa untuk mendapatkan sesuatu (pahala) yang belipat ganda adalah pada bulan suci tersebut, sedang puasa yang lainnya (senin-kamis, puasa daud,dll) adalah sunnah, dikerjakan dapat pahala, tidak dikerjakan tidak apa-apa.
Puasa Hari Senin dan Kamis
Ada seseorang yang berpuasa pada hari Senin dan Kamis bertujuan untuk mencari pahala dan untuk meminta sesuatu, atau ada yang puasa Senin dan Kamis itu sebagai salah satu cara bersyukur dan bertaqorrub (mendekatkan diri ) kepada Allah SWT, sekaligus melatih diri untuk tetap bersabar dan rasional.
Puasa Senin –kamis, adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan pada beberapa riwayat :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, lalu orang-orang bertanya kepadanya mengenai sebab puasa tersebut, lalu Nabi saw menjawab, "Sesungguhnya amalan-amalan itu dipersembahkan pada setiap hari Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka Allah berfirman, "Tangguhkanlah kedua orang (yang bermusuhan ) itu!" (HR Ahmad dengan sanad yang sahih).
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata : Nabi saw memilih waktu puasa hari senen dan kamis (Riwayat At Tirmidzi)
Di dalam riwayat yang bersumber dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata, "Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis. (HR. Lima Imam ahli hadits, kecuali Abu Dawud).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Saw. bersabda, "Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalku ditampakkan pada saat aku sedang berpuasa." (HR at-Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai puasa pada hari senin, lalu beliau bersabda, " Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan (wahyu) kepadaku” (sahih muslim)

Dari jawaban Rosululloh SAW ini menerangkan sebab disyari’atkan puasa senin yaitu karena pada hari itu Rosululloh SAW dilahirkan serta permulaan ayat Al Qur’an diturunkan, disamping itu juga bahwa catatan amalan-amalan yang dikerjakan seseorang akan dipersembahkan oleh Malaikat kepada Allah SWT, pada saat itulah ketika seseorang menjalankan puasa maka Allah SWT. berkenan mengampuni dosa-dosa yang telah kerjakan hamba-Nya serta menjaga agar pahala yang diberikan Allah SWT tidak dikurangi dan bahkan di tambah oleh Allah SWT.
Sebagai seorang hamba apa yang diharapkan dan dikerjakan di dunia ini merupakan bentuk dari ibadah kepada Allah SWT terutama ibadah yang diwajibkan, disamping juga ibadah sunnah. Puasa sunnah termasuk puasa Senin dan Kamis diharapkan berpengaruh pada seorang hamba, adapun pengaruh puasa sunnah diantarnaya:
1. Puasa sunnah dapat dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena membiasakan diri berpuasa di luar puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal perbuatan, insya Allah. Hal ini karena Allah SWT jika menerima amal seorang muslim maka dia akan memberikan petunjuk kepadanya untuk mengerjakan amal shalih setelahnya.
2. Puasa Ramadhan yang dikerjakan seorang muslim untuk Allah SWT dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, akan menyebabkan seorang muslim mendapatkan ampunan atas dosa-dosa sebelumnya. Orang yang yang berpuasa akan mendapatkan pahala pada hari Idul Fithri, karena hari itu merupakan hari penerimaan pahala. Maka puasa setelah berlalunya Ramadhan merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat ini, bagi hubungan seorang muslim dengan Allah SWT.
3. Puasa sunnah merupakan janji seorang muslim untuk Allah SWT, bahwa ketaatan itu akan terus berlangsung dan tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, bahwa kehidupan ini secara keseluruhannya adalah ibadah. Dengan demikian puasa itu tidak berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan, tetapi puasa itu terus disyari'atkan sepanjang tahun. Maha benar Allah SWT yang telah berfirman, “Katakanlah, "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Rabb semesta alam.” (QS. 6:162)
4. Puasa sunnah menjadi sebab timbulnya kecintaan Allah SWT kepada hamba-Nya serta sebab terkabulnya doa, terhapusnya kesalahan-kesalahan, berlipatgandanya kebaikan kebaikan, tingginya derajat serta sebab keberuntungan mendapatkan surga yang penuh dengan kenikmatan.
Semoga Allah SWT. Memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita semua, Amiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar